Buttercream dan keluarganya
- bybecreation
- Mar 11
- 4 min read
Panduan frosting untuk orang yang suka bikin cake tapi malas krimnya terlalu manis
Kalau ada satu hal yang hampir selalu muncul dalam dunia cake, itu adalah frosting. Apakah itu untuk melapisi sponge cake yang lembut, menutup crumb coat, atau sekadar membuat kue terlihat lebih menggoda.
Banyak yang langsung menyebut semuanya buttercream. Padahal kalau diperhatikan lebih dekat, dunia frosting sebenarnya jauh lebih luas. Ada yang berbasis mentega, ada yang dari krim, ada juga yang datang dari cokelat.
Masing-masing punya karakter sendiri. Ada yang ringan, ada yang sangat kaya, ada yang stabil untuk dekorasi, dan ada juga yang cuma cocok untuk dimakan segera.
Kalau dipetakan secara sederhana, frosting biasanya jatuh ke tiga keluarga besar: butter-based, cream-based, dan chocolate-based frosting.
Fondasi Frosting
Sebelum bicara jenisnya, sebenarnya hampir semua frosting berdiri di atas beberapa komponen dasar.
Fat
Fat adalah struktur utama frosting. Tanpa lemak, tidak ada body.
Yang paling sering dipakai:
Butter
Memberikan rasa paling kaya dan aroma yang khas. Meleleh sekitar suhu tubuh, jadi terasa sangat creamy saat dimakan.
Shortening
Lebih stabil terhadap panas dan sering dipakai untuk dekorasi cake. Rasanya netral, tapi teksturnya sangat stabil.
Cream/Dairy Fat
Dipakai dalam whipped cream frosting. Lebih ringan tapi kurang stabil.
Cocoa Butter
Datang dari cokelat dan menjadi struktur utama dalam ganache.
Sweetener
Gula bukan cuma memberi rasa manis. Gula juga membantu membangun tekstur dan struktur frosting.
Beberapa bentuk yang sering digunakan:
powdered sugar
granulated sugar
sugar syrup
honey atau glucose
Jenis gula yang dipakai sering menentukan apakah frosting terasa ringan atau sangat manis.
Aeration
Udara adalah rahasia tekstur lembut.
Proses mengocok:
butter
cream
atau meringue
akan memasukkan udara sehingga frosting terasa ringan.
Emulsion
Ini bagian yang jarang dibahas, tapi sebenarnya paling penting.
Frosting adalah emulsi antara lemak dan air. Jika keseimbangannya rusak, frosting bisa pecah, terlihat berminyak, atau menggumpal.
Inilah alasan mengapa suhu sering menentukan apakah buttercream berhasil atau gagal.
Keluarga Buttercream

Ini kelompok frosting yang paling dikenal.
Ciri utamanya: menggunakan butter sebagai struktur utama.
American Buttercream
Ini jenis yang paling sering ditemui.
Dibuat dengan:
butter atau shortening
powdered sugar
sedikit susu atau krim
Metodenya sangat sederhana. Butter dikocok lalu gula ditambahkan sedikit demi sedikit.
Kelebihannya:
mudah dibuat
stabil
cocok untuk dekorasi
Kekurangannya:
sering terasa terlalu manis.
Swiss Meringue Buttercream
Buttercream ini dibuat dari meringue yang dimasak ringan.
Putih telur dan gula dipanaskan dulu di atas bain-marie, lalu dikocok hingga menjadi meringue sebelum butter dimasukkan.
Hasilnya:
tekstur sangat halus
tidak terlalu manis
terasa ringan di mulut
Ini salah satu buttercream favorit banyak pastry chef.
Italian Meringue Buttercream
Mirip Swiss, tapi menggunakan sirup gula panas yang dituangkan ke putih telur yang sedang dikocok.
Tekniknya sedikit lebih teknis, tetapi hasilnya sangat stabil dan silky.
Buttercream ini sering dipakai untuk cake dekorasi profesional.
French Buttercream
Buttercream ini memakai kuning telur sebagai basis.
Sirup gula panas dituangkan ke kuning telur yang sedang dikocok sebelum butter dimasukkan. Rasanya sangat kaya dan hampir terasa seperti custard. Namun karena kandungan lemaknya tinggi, buttercream ini kurang cocok untuk dekorasi rumit.
German Buttercream
German buttercream dibuat dengan mencampurkan pastry cream dengan butter. Teksturnya creamy dan tidak terlalu manis.
Sering dipakai sebagai filling cake karena rasanya ringan tapi tetap kaya.
Frosting Berbasis Cream
Kalau buttercream terasa terlalu berat, biasanya orang akan memilih frosting berbasis krim.
Whipped Cream
Ini frosting paling ringan.
Krim dikocok dengan gula hingga membentuk soft peaks. Rasanya segar dan tidak terlalu manis. Sangat cocok untuk cake buah. Namun whipped cream sangat sensitif terhadap suhu dan mudah mencair.
Stabilized Whipped Cream
Untuk membuat whipped cream lebih stabil, biasanya ditambahkan bahan seperti:
gelatin
mascarpone
cream cheese
Dengan stabilizer, whipped cream bisa bertahan lebih lama di suhu ruang.
Non Whipped Cream
Di banyak bakery modern, terutama di negara dengan iklim panas, frosting yang sangat populer adalah non-dairy whipped cream. Walaupun namanya “non-dairy”, krim ini sebenarnya bukan berasal dari susu, melainkan dari campuran lemak nabati, air, gula, dan emulsifier yang diformulasikan agar bisa dikocok seperti krim.
Karakteristik utamanya cukup berbeda dari whipped cream biasa, yaitu lebih stabil di suhu tertentu dan lebih manis karena biasanya sudah terkandung gula di krimnya.
Frosting Berbasis Chocolate
Cokelat juga bisa menjadi fondasi frosting.
Ganache
Ganache adalah emulsi sederhana antara cokelat dan krim panas.
Rasionya menentukan teksturnya.
lebih banyak krim → lebih cair
lebih banyak cokelat → lebih padat
Ganache bisa digunakan sebagai glaze, filling, atau frosting.
Whipped Ganache
Ganache yang sudah dingin dapat dikocok hingga teksturnya ringan.
Hasilnya seperti mousse cokelat yang lembut dan tidak terlalu manis. Namun stabilitasnya tetap lebih rendah dibanding buttercream.
Hybrid Frosting
Di dapur nyata, frosting jarang benar-benar “murni”.
Banyak baker mencampur teknik untuk mendapatkan tekstur yang ideal.
Contohnya:
Ganache Buttercream
Ganache dicampur dengan butter untuk mendapatkan rasa cokelat kuat sekaligus stabilitas buttercream.
Chocolate Swiss Buttercream
Swiss meringue buttercream yang diberi cokelat leleh atau ganache.
Mascarpone Cream Frosting
Perpaduan whipped cream dan mascarpone yang lebih stabil dan creamy.
Hybrid frosting ini sering dipakai karena bisa mengambil kelebihan dari beberapa jenis frosting sekaligus.
Kenapa Buttercream Kadang Gagal
Hampir semua orang yang pernah membuat buttercream pasti pernah mengalami ini.
Buttercream terlihat pecah
Biasanya terjadi karena suhu butter terlalu dingin atau terlalu panas.
Solusinya sering sederhana: teruskan mengocok sampai emulsi terbentuk kembali.
Buttercream terlihat berminyak
Ini sering terjadi ketika butter terlalu hangat.
Masukkan bowl ke kulkas sebentar lalu kocok kembali.
Buttercream menggumpal
Biasanya butter terlalu dingin.
Biarkan sedikit hangat lalu lanjutkan mengocok.
Buttercream terlalu manis
Ini masalah klasik American buttercream.
Solusinya bisa dengan:
menambahkan sedikit garam
menambahkan cream cheese
atau menggunakan meringue buttercream.
Kesimpulannya
Frosting mungkin terlihat sederhana, tapi sebenarnya ia adalah kombinasi antara lemak, gula, udara, dan suhu.
Perbedaan kecil dalam metode atau bahan bisa menghasilkan krim yang sangat berbeda. Ada yang ringan seperti awan, ada yang padat dan kaya, ada juga yang sangat stabil untuk dekorasi.
Pada akhirnya, tidak ada frosting yang benar-benar “terbaik”. Yang ada hanyalah frosting yang paling cocok untuk kue yang sedang dibuat.
Dan sering kali, dapur justru menemukan jawabannya lewat eksperimen kecil yang tidak selalu ada di buku resep.



Comments