- Apr 18
- 2 min read
Dia masuk pelan. Tidak buru-buru, tapi juga tidak benar-benar santai. Masih pegang tas laptop di satu tangan, HP di tangan satunya. Seperti baru selesai sesuatu yang panjang. Pandangannya seperti terjebak di dunianya sendiri. Kemudian dia duduk tanpa lihat sekitarnya.
Pemilik depot sempat lihat. “Mau pesan apa?”
Dia jawab cepat, hampir tanpa mikir. “Apa saja.”
Pemilik depot mengangguk, lalu ke dapur.
Dia baru duduk, tapi pikirannya belum ikut duduk.
“Tadi harusnya gue push lagi sih…” katanya pelan. “Bagian warna itu masih bisa dikunci lebih kuat.”
Dia buka tas, keluarkan laptop sedikit, lalu tidak jadi. Ditutup lagi. “Client bilang sudah oke, tapi… masih bisa lebih.”
Dari dapur mulai ada suara minyak panas. Ayam masuk. Bunyi renyahnya kedengaran.
Dia tidak lihat, masih di dalam dunianya sendiri.
“Grid-nya juga… harusnya gue tahan aja yang versi awal. Kenapa gue ubah ya.”
Pemilik depot menyiapkan yang lain. Kubis diiris, dicampur saus. Kentang diaduk pelan.
“Padahal udah present, udah approve…” dia tarik napas. “Kenapa masih kepikiran.”
Piring ditaruh di depannya.

Dia tidak sadar kapan itu datang.
Tangannya jalan sendiri. Ambil ayam.
Suapan pertama.
“Font-nya juga harusnya...”
Dia berhenti.
Bukan karena pikirannya selesai. Tapi karena pikirannya terganggu oleh rasa yang masuk ke mulut.
Hangat. Renyah. Bawang putihnya langsung kena. Bersih, nggak berat.
Dia kunyah lagi, kali ini pelan.
Ambil lagi, sekalian dengan coleslaw. Dingin. Crunchy. Manis dan asam langsung motong.
Kentang nyusul. Lembut. Creamy.
Dia tidak ngomong lagi.
Baru sekarang dia lihat piringnya. “Ayam goreng?”
“Iya. Ayam goreng bawang putih dengan Coleslaw dan Potato Salad”
Dia lihat sekeliling, agak lama. “Ini… tempat apa ya?”
“Depot.”
Dia ketawa kecil. “Gue beneran nggak inget masuk ke sini.”
Dia makan lagi, pelan. Bahunya turun. Napasnya lebih panjang.
“Kayaknya… udah cukup deh.”
Dia berdiri. Sempat berhenti sebentar, ambil dompet, lalu geser sesuatu di meja.
“Thank you ya.”
Pemilik depot angguk.
Dia keluar. Jalan masih sama.
Dia jalan beberapa langkah. Lalu berhenti. Menoleh.
Harusnya ada depot di situ.
Dia maju satu langkah.
Tetap tidak ada.
Orang lewat biasa saja.
Dia diam beberapa detik.
Di mulutnya masih ada rasa bawang putih. Hangat. Bersih.
“Ya udah,” katanya pelan.
Lalu dia berjalan lenyap di telan kerumunan.

Ayam Goreng Bawang Putih
Bahan
1 kg Ayam bagian sayap
Bumbu halus
10 siung bawang putih
4 siung bawang merah
2-3 sdt garam (sesuai selera)
1 sdt lada bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
2 sdt kaldu bubuk
Air secukupnya
Bahan kering
10 sdm Tepung tapioka
Cara memasak
Campurkan bumbu halus ke sayap ayam dan di remas-remas sebentar.
Masukkan tepung tapioka dan aduk rata hingga tidak terlihat tepung kering.
Diamkan di kulkas 2-3 jam
Goreng dengan api sedang-besar sampai coklat keemasan.
Coleslaw (fresh, sweet tangy)
Bahan:
Kubis iris tipis
Wortel serut
Mayonnaise
Sedikit gula
Cuka / lemon
Garam, lada
Cara:
Campur semua bahan. Aduk rata.
Simpan dingin sebelum disajikan.
Potato Salad (creamy, smooth)
Bahan:
Kentang rebus
Mayonnaise
Sedikit mustard (opsional)
Bawang bombay cincang halus
Garam, lada
Cara:
Campur semua bahan. Aduk pelan.
Jangan terlalu hancur. Sajikan dingin.




