top of page

Vanilla Extract (Halal)

  • bybecreation
  • Aug 12, 2025
  • 2 min read
Vanilla Extract dengan umur 1 tahun.
Vanilla Extract dengan umur 1 tahun.

Ada rasa puas yang nggak bisa dijelasin waktu kita bikin sesuatu dari nol, apalagi kalau hasilnya bisa dipakai berbulan-bulan ke depan. Buat aku, salah satu “proyek pertahun” yang selalu bikin senyum tiap buka lemari dapur adalah vanilla extract buatan sendiri. Bukan cuma soal aromanya yang mewah, tapi juga sensasi tahu bahwa setiap tetesnya lahir dari tangan sendiri, bukan dari botolan pabrik yang nggak jelas isinya.


Setiap akhir tahun, aku punya ritual kecil: bikin vanilla extract buat stok setahun ke depan. Rasanya kayak simpan “tabungan rasa” yang bakal nemenin semua baking project sepanjang tahun.


Botol-botol kaca sudah aku steril pakai air panas, terus dikeringkan sampai tidak ada sisa uap air. Batang-batang vanilla? Sudah siap di meja, wangi manisnya langsung bikin hati adem. Glycerin juga sudah standby.


Satu batang vanilla aku potong dua, lalu aku belah tengahnya supaya biji-biji halusnya gampang keluar nanti. Per botol aku isi dua batang. Eh, ternyata ada sisa dua batang, jadi aku bagi rata—jatuhnya 2⅓ batang per botol.


Glycerin aku tuang pelan-pelan. Satu kilo glycerin bisa ngisi lima botol ukuran 150 ml. Untung aku beli dua kilo, jadi masih ada sisa banyak. Batch berikutnya mungkin aku bikin setelah Lebaran. Begitu semua batang vanilla masuk, aku kocok tiap botol sampai biji-biji kecilnya mulai lepas dari daging batangnya.


Habis itu, tinggal pasang label. Simple, tapi bikin botolnya terlihat lebih bagus.


Proses selanjutnya cuma butuh sabar. Botol-botol ini aku simpan di lemari yang gelap. Selama seminggu pertama, aku kocok tiap hari. Setelah itu, cukup seminggu sekali sampai lewat tiga bulan. Sebenarnya di bulan ketiga udah bisa dipakai, tapi aku biasanya tahan sampai setahun. Hasilnya? Rasa dan aromanya jauh lebih keluar.


Kalau dilihat dari dekat, biji-biji halus vanilla itu kayak butiran bintang kecil yang nyangkut di glycerin. Cantik banget, dan tiap tetesnya nanti bakal bawa wangi manis yang nggak bisa ditiru essence instan mana pun.


Kenapa pakai Vegetable Glycerin/Food Grade Glycerin?

  1. Halal, biasanya pakai alkohol, vodka atau rhum.

  2. Vegan, karena hasil extract dr tanaman.

  3. Awet, mmg tidak se-awet alkohol, tp bisa bertahan lama hingga tahunan.


Catatan:

  • Ini resep hanya menggunakan Glyserin untuk pelarut. Ada lagi metode yang menggunakan campuran air sebagai pelarutnya. Dengan menggunakan perbandingan 7:3. Dalam resep di atas 105ml glyserin dan 45ml air. Disarankan menggunakan air murni untuk proses ini. Hindari penggunaan air mineral.

Comments


© 2025 by Be. Powered and secured by Wix

    bottom of page