Episode: Paella Valenciana
- bybecreation
- Apr 10
- 3 min read
Dia masuk agak cepat, pintunya sampai bunyi sedikit keras. Masih pegang HP, layar masih nyala. Seperti baru selesai telepon atau chat yang tidak enak. Dia duduk, tapi badannya masih tegang. Tangannya tidak benar-benar berhenti gerak.
“Flight saya di-cancel,” katanya, setengah ke dirinya sendiri. Lalu baru sadar ada orang di depannya. “Tadi. Tiba-tiba.”
Dia tarik kursi sedikit lebih dekat ke meja, lalu menghela napas panjang. “No option. Semua full.”
Pemilik depot cuma lihat sebentar, lalu kembali ke dapur. Tidak tanya macam-macam.
Dia usap wajahnya dua kali. “Mereka bilang fuel, war… harga naik. Jadi banyak flight dikurangin.” Dia ketawa kecil, tapi kosong. “Saya cuma mau pulang sih sebenarnya.”
Dari dapur mulai ada suara wajan dipanaskan. Pemilik depot ambil pan yang cukup besar. Tidak biasa untuk satu orang.
Dia sempat lihat ke sana. “Harusnya minggu ini saya sudah di rumah,” lanjutnya, suaranya lebih turun. “Sudah lama di sini. Capek juga.”
Tidak ada yang menyela. Minyak masuk ke pan. Lalu bawang putih. Suara tumis pelan. Setelah itu tomat dan paprika. Bau gurihnya tomat langsung naik, campur dengan panas minyak.
Dia berhenti bicara sebentar, hidungnya seperti ikut kerja.
“Itu… apa?” tanyanya.
“Paella,” jawab pemilik depot.
Dia agak kaget.“Serius?”
Dia lihat lebih lama sekarang.
“Di sini?”
Pemilik depot tidak menjelaskan. Lanjut saja. Beras masuk ke pan. Diaduk sebentar. Lalu kaldu udang dituangkan. Di aduk sebentar dan seafood di tata di atasnya.
Dia sedikit maju di kursinya.
“Saya dari Spanyol,” katanya. “Itu… makanan rumah.”
Pemilik depot cuma angguk kecil.
Dia diam sebentar, lalu lanjut sendiri.
“Biasanya dimakan ramai-ramai. Weekend. Keluarga datang. Ribut.” Dia senyum dikit, tapi cepat hilang. “Sekarang saya di sini. Sendiri.”
Beberapa detik sepi. Hanya suara masakan. Dia ambil HP lagi. Lihat harga tiket. Geser. Tutup lagi.
“Kalau beli lagi… mahal banget,” katanya. “Kayak… tidak masuk akal.” Dia geleng kepala pelan. “Tapi kalau tidak beli… saya juga tidak tahu mau nunggu apa.”
Pemilik depot mengecilkan api.
“Lapar?” tanyanya.
Dia lihat ke arah dapur, lalu balik lagi ke meja.“Iya sih.”
Beberapa menit kemudian, pan itu dipindahkan. Isinya ditaruh ke piring besar. Warnanya kuning, ada seafood di atasnya. Bagian bawahnya kelihatan agak kering.
Ditaruh di depannya.

Dia tidak langsung makan. Lihat dulu, seperti memastikan. Lalu ambil sendok. Suapan pertama masuk. Dia berhenti. Tidak langsung komentar. Ngunyah pelan, seperti lagi nyari sesuatu.
“Mirip,” katanya akhirnya.
Dia tarik napas sedikit lewat hidung, lalu makan lagi. Kali ini tidak terlalu mikir.
Beberapa suapan berikutnya lebih cepat. Badannya mulai turun. Bahunya tidak setegang tadi. Dia sandar sedikit di kursi. “Ini… lama banget saya tidak makan yang begini,” katanya, lebih ke dirinya sendiri. Dia lihat HP lagi. Kali ini tidak langsung ditutup. “Ya sudah,” katanya pelan. “Saya beli lagi saja.”
Dia mulai klik-klik. Wajahnya masih mikir, tapi tidak panik. “Harganya gila,” dia senyum tipis. “Tapi ya… pulang ya pulang.”
Dia lanjut makan sampai habis. Tidak banyak sisa. Dia berdiri, agak pelan. Tidak terburu-buru seperti waktu masuk. “Thank you,” katanya. Lalu nambah, “Tadi… lumayan bantu.”
Pemilik depot cuma angguk.
Dia keluar. Udara luar tidak beda. Masih malam, masih ada orang lewat, motor lewat, suara biasa. Dia berdiri di depan sebentar. Cek HP. Tiket baru sudah masuk. Dia tarik napas. Lalu menoleh ke belakang. Dia agak berhenti. Harusnya ada depot di situ. Yang tadi. Lampu hangat. Dapur kebuka.
Tapi yang ada cuma deretan toko biasa. Beberapa sudah tutup, rolling door turun. Tidak ada yang kelihatan beda.
Dia maju satu langkah. Lihat lagi. Masih sama. Orang di sampingnya lewat saja, tidak ada yang berhenti. Dia berdiri beberapa detik. Di mulutnya masih ada rasa nasi yang sedikit kering di bawah. Hangat, agak asin.
Dia menelan pelan.
Tidak jelas ke siapa. Lalu dia masukin HP ke kantong, dan jalan.

Seafood Paella (Valenciana Style)
Bahan:
200 g beras (short grain kalau ada, kalau tidak pakai beras biasa)
500 ml kaldu rebusan kulit udang
150 g udang
150 g cumi, potong cincin
150 g kerang (opsional tapi recommended)
3 siung bawang putih, cincang
1/2 bawang bombay, cincang
1 buah tomat, parut atau cincang halus
1/2 sdt paprika bubuk
1/2 sdt kunyit atau saffron (opsional tapi bagus)
Garam secukupnya
Minyak zaitun atau minyak biasa
Lemon (optional, untuk finishing)
Cara Membuat:
Panaskan minyak di pan datar besar ukuran 20cm atau 22cm.
Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum.
Masukkan tomat, masak sampai wangi.
Tambahkan paprika dan kunyit/saffron.
Masukkan beras, aduk rata.
Tuang kaldu. Aduk sebentar hanya untuk meratakan berasnya saja.
Susun seafood di atas (udang, cumi, kerang).
Masak dengan api kecil sampai air menyerap.
Biarkan bagian bawah sedikit kering (ini ciri khas paella). Tunggu hingga ada suara mendesis dari dasar pan dan ada bau sedikit gosong.
Angkat, beri perasan lemon kalau suka.




Comments