top of page

Episode: Nasi Tim Ayam

  • bybecreation
  • Feb 21
  • 3 min read

Hujan masih turun waktu dia keluar dari rumah sakit. Bukan hujan deras, tapi cukup untuk membuat udara jadi dingin dan pakaian lembap. Dia sudah duduk terlalu lama di kursi ruang tunggu ICU. Tidak bisa tidur. Tidak bisa diam. Jadi dia jalan saja tanpa tujuan.


Lampu sebuah depot kecil masih menyala di ujung jalan. Dia tidak ingat pernah melihat tempat itu sebelumnya. Tapi pintunya terbuka. Udara hangat langsung terasa begitu dia masuk. Bau kaldu ayam ringan memenuhi ruangan. Tidak ramai. Tidak ada musik. Hanya suara kukusan pelan dari dapur.


Dia duduk tanpa membuka jaket.


Pemilik depot sudah bekerja tanpa bertanya apa-apa. Kukusan dibuka. Uap naik pelan. Nasi tim ayam dipindahkan dengan di balik dari mangkok ke piring keramik. Potongan ayam di atasnya lembut. Kuah kaldu dituangkan ke mangkok terpisah. 


Pria itu bicara duluan. “Istri saya di ICU,” katanya. Suaranya datar, seperti kalimat yang sudah diulang berkali-kali. “Kanker stadium empat.”


Pemilik depot mengangguk kecil.


“Kata dokter sekarang tinggal nunggu respon tubuh,” lanjutnya. “Semua orang bilang saya harus kuat. Saya capek dengar kata kuat.” Dia mengusap wajah dengan kedua tangan. “Saya cuma… takut tidur. Takut kalau saya tutup mata, ada yang berubah.”



Pemilik depot mendorong mangkok nasi tim ke arahnya. “Kamu sudah makan?” tanyanya pelan.


Pria itu menggeleng.


“Istri saya dulu sering bikin ini,” katanya saat melihat mangkok. “Nasi tim ayam. Setiap pagi sebelum saya kerja. Saya makan sambil berdiri. Selalu buru-buru.” Dia tertawa kecil, tapi suaranya patah. “Harusnya saya duduk.”

Ruangan sunyi beberapa detik.


Pemilik depot bicara pelan.


“Menunggu itu bukan kosong,” katanya. “Kamu sedang mencintai dia dengan cara yang paling sunyi.”


Pria itu tidak langsung menjawab. Dia menyendok pertama. Nasi lembut langsung hancur di mulut. Hangatnya turun pelan ke dada. Rasa kaldu ringan, bersih. Ayamnya empuk. Dia berhenti mengunyah sebentar. Matanya menutup.


Suapan kedua datang lebih pelan. Bahu pria itu turun sedikit. Napasnya lebih panjang. Tangannya tidak gemetar lagi. Dia makan sampai mangkok kosong tanpa bicara.


Setelah selesai, dia duduk beberapa detik, menatap mangkok seperti masih ada sesuatu di dalamnya.


“Terima kasih,” katanya akhirnya.


Pemilik depot hanya mengangguk.


Pintu terbuka. Udara dingin masuk lagi bersama suara hujan.


Pria itu berjalan kembali ke arah rumah sakit tanpa menoleh.


Di dalam depot, kukusan sudah tertutup. Meja kembali rapi. Bau kaldu masih ada, tipis, seperti sesuatu yang baru saja terjadi tapi tidak bisa dibuktikan.


Resep


Ayam Kecap

1/2 kg Daging Ayam

5 pcs Jamur Shitake

1 pcs Bawang Bombay ukuran sedang

5 siung Bawang putih

5 tbsp Kecap Asin

3 tbsp Kecap Manis

1/2 tbsp Minyak Wijen

1 tbsp Kaldu bubuk

1 tbsp Sauce Tiram

1/2 tbsp Kecap Ikan

1 tsp Lada Putih

1 tsp Ngo Hiong


Kuah Kaldu

1 liter Kaldu Ayam

1 ruas Jahe


Beras sesuai dengan kebutuhan

Daun bawang

Telur rebus


Cara membuat

  1. Cuci dan rendam beras selama 1 jam.

  2. Potong dadu Ayam, potong diagonal jamur shitake, cincang bawang bombai dan bawang putih.

  3. Tumis bawang bombai sampai layu, kemudian masukkan bawang putih. Tumis hingga wangi.

  4. Masukkan daging ayam, tumis hingga daging ayam menyusut.

  5. Terakhir masukkan semua bumbu. Tumis sebentar hingga semua tercampur rata dan ayam berubah warna.

  6. Rebus kaldu ayam dan geprekan jahe hingga jahe lunak.

  7. Siapkan kukusan besar.

  8. Ambil satu mangkok kukus, tata telur potong di tengah, tata jamur shitake, dan ambil beberapa sendok ayam kecap hingga menutupi telur.

  9. Isi tirisan beras hingga menutupi 2/3 tinggi mangkok.

  10. Tuangkan kuah kaldu hingga merendam tinggi beras.

  11. Masukkan mangkok ke dalam kukusan dan kukus sekitar 10-15 menit, tergantung dengan besarnya mangkok/banyaknya beras.

  12. Angkat dan balik mangkok ke piring saji.

  13. Sajikan dengan taburan daun bawang dan kuah kaldu.

Comments


© 2025 by Be. Powered and secured by Wix

    bottom of page